PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


07 September 2017

Memangnya Pria Juga Bisa Keputihan? Ini Jawabnya!

Memangnya Pria Juga Bisa Keputihan? Ini Jawabnya!

Share:

Dalam dunia kedokteran, sebenarnya tidak ada istilah keputihan pada laki-laki. Dalam kondisi fisiologis yang sehat, pria tak mengalami keputihan seperti perempuan. Keluarnya cairan yang bukan sperma dari kelamin laki-laki merupakan tanda suatu penyakit atau infeksi, yang disebut kencing nanah. Menurut Dr. Hanny Nilasari, SpKK, keadaan yang normal pada kelamin laki-laki yaitu kering dan tidak basah. Infeksi kencing nanah ini dapat terjadi pada laki-laki yang berhubungan seksual dengan perempuan yang sudah terkena keputihan akibat infeksi bakteri atau jamur.

Penyebab dan gejalanya

Seperti halnya pada wanita, infeksi pada pria juga dapat disebabkan oleh bakteri gonorrhoeae, klamidia atau trikomonas. Ciri-cirinya yaitu keluar cairan seperti nanah dari kemaluan disertai rasa gatal pada alat kelamin. Penderita juga mengeluhkan rasa perih saat buang air kecil.

Sedangkan infeksi yang disebabkan jamur candida albicans, gejalanya berupa rasa nyeri disertai gatal dan kemerahan pada kulit selubung dan kepala penis, serta skrotum. Gejala lainnya yaitu timbul bintik-bintik putih pada kelamin dan adanya sensasi terbakar ketika berhubungan intim.

Jamur kandida berkembang pesat di area kulit kelamin yang mudah berkeringat, hangat dan teriritasi. Lingkungan yang memiliki kadar gula tinggi seperti penderita diabetes juga menjadi lingkungan favorit jamur kandida.

Pria yang belum disirkumsisi (disunat) memiliki kemungkinan lebih besar untuk terinfeksi jamur kandida. Infeksi ini biasanya ditularkan akibat aktivitas seksual yang tidak sehat. Hindari berhubungan seksual hingga mendapat pengobatan yang tepat.

Bagaimana pengobatan dan pencegahannya?

Infeksi gonore, klamidia atau trikomonas dapat diobati dengan pemberian antibiotik. Sedangkan infeksi jamur kandida dapat ditangani dengan pemberian krim anti jamur sesuai dosis dan anjuran dokter spesialis kulit dan kelamin. Periksakan diri Anda ke dokter. Dokter akan mencari penyebab infeksi dengan melakukan pemeriksaan laboratorium dari sampel urin, cairan nanah atau swab kulit.

Hindari berganti-ganti pasangan seksual untuk mencegah terkena infeksi, dan gunakan kondom ketika berhubungan seksual dengan perempuan yang mengalami keputihan. Bila Anda belum menikah, hindari hubungan seksual. Semakin muda usia Anda saat melakukan kontak seksual, risiko terkena infeksi akan semakin besar.

Baca juga: 

Penting! Mengenal Keputihan Normal dan Abnormal Pada Wanita

5 Mitos dan Fakta Seputar Infeksi Menular Seksual Yang Perlu Anda Ketahui

Mengenal Herpes Genital