PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


08 August 2017

Eksim Atopik, Bisa Membuat Bayi Anda Tidak Tidur Semalaman

Share:

Jangan dulu menuduh bayi atau anak Anda ‘alergi tidur’, sehingga membuat Anda lelah begadang semalaman. Ketika bayi, atau anak Anda rewel semalaman, tidak bisa tidur, sering mencakar kulitnya, atau menggosoknya pada benda-benda keras di sekitarnya, itu adalah beberapa gejala atau tanda-tanda  eksim atau dermatitis atopik

Dermatitis atopik merupakan salah satu kelainan kulit, atau eksim yang sering terjadi pada bayi dan anak. Namun begitu, bukan tak mungkin para dewasa juga mengalaminya. Gejala yang dirasakan biasanya adalah keluhan gatal yang luar biasa, bersifat kronik , yaitu berlangsung dalam waktu yang lama, dan kelainan kulit berupa eksim pada area tertentu.

Pemaparan dari dr. Titi Lestari Sugito, SpKK(K), dermatitis atopik dibagi menjadi 3 fase klinis berdasarkan usia.

Eksim Atopik Fase Infantil

Fase ini terjadi pada bayi dan anak-anak yang berusia 0 hingga 2 tahun. Kelainan kulit biasanya akan timbul di daerah pipi dan kulit kepala. Bukan tak mungkin timbul juga pada dahi, telinga, leher, dan kadang-kadang di sekujur tubuh. Kelainan kulit berupa bercak dan brutus kemerahan yang sangat gatal dan seringkali juga basah, karena ada pengeluaran cairan kulit. Seringkali ASI menjadi tertuduh utama penyebab kemerahan di kulit di pipi bayi yang gatal. Padahal bisa jadi kondisi tersebut disebabkan oleh dermatitis atopik.

Seiring dengan pertambahan usia, penyebab dermatitis atopik makin beragam. Misalnya saja akibat gesekan saat merangkak, makanan tertentu yang dikonsumsi atau terkena alergen yang berada di karpet.

Eksim Atopik Fase Anak-Anak

Dermatitis atopik yang berlangsung pada anak-anak usia 2 tahun hingga masa pubertas, biasanya bersifat kronik (terjadi dalam waktu yang lama, bahkan mungkin menahun). Daerah yang terkena pun makin menyebar. Yang pada fase infantil mungkin hanya terjadi pada pipi dan dagu saja, di fase ini bisa menyerang bagian lipat siku dan lutut, pergelangan tangan dan kaki, sampai sekujur kaki dan tangan. Kelainan kulit berupa bruntus-bruntus kemerahan yang disertai dengan sisik halus, dan akhirnya dapat terjadi penebalan kulit dan bercak kehitaman. Semakin parah bila anak tidak tahan rasa gatalnya dan kemudian menggaruk-garuknya pada baju.

Eksim Atopik Fase Dewasa

Setelah masa pubertas, dermatitis atopik masih bisa terus berlangsung. Pada orang dewasa daerah yang sering mengalami kelainan kulit ini adalah lipatan fleksural, wajah, leher, lengan atas, punggung, serta tangan dan kaki. Bahkan bisa sampai ke jari. Kelainan kulit yang juga sering disebut eksim ini bisa mengalami penebalan kulit dan bercak kehitaman terutama pada kulit yang berwarna gelap.

Walaupun ciri-ciri eksim bisa dikenali dengan melihat beberapa ciri seperti kulit yang menjadi kering lalu gatal, ruam kemerahan, retak kulit di belakang telinga atau lipatan kulit, penebalan kulit, hingga eksudat (pengeluaran cairan kulit), diagnosa dermatitis atopik haruslah ditegakkan oleh ahlinya. Hindari membeli obat bebas atau berdasarkan pengalaman teman untuk menghindari dermatitis atopik yang lebih parah lagi.