PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


08 August 2017

Penting! Mengenal Keputihan Normal dan Abnormal Pada Wanita

Wanita perlu waspadai keputihan abnormal.

Share:

Meskipun membuat tak nyaman, namun keputihan tidak selalu berbahaya. Pada wanita yang sudah memasuki usia subur, keputihan dapat terjadi pada waktu sebelum dan sesudah menstruasi, memasuki masa ovulasi, maupun saat hamil dan menyusui.

Bagaimana ciri-ciri keputihan normal?

Untuk mengenal keputihan normal atau tidak, dapat dilihat dari ciri-cirinya. Pada kondisi normal, cairan yang berasal dari vagina ini tidak berbau, jernih, cair dan dalam jumlah sedikit. Pada wanita hamil dan menyusui, cairan yang dikeluarkan bisa saja agak kental. Keluarnya cairan keputihan dari vagina memiliki fungsi untuk menjaga kebersihan vagina dan mencegah infeksi.

Keputihan abnormal

Apabila cairan keputihan yang Anda alami berbau, berwarna kekuningan hingga kehijauan, disertai rasa gatal atau perih, dan dalam jumalah banyak, Anda perlu waspada. Keputihan dengan ciri tersebut bisa merupakan gejala suatu penyakit. Penyakit yang menyebabkan keputihan terbagi menjadi dua kategori, yaitu keputihan yang disebabkan oleh non infeksi dan keputihan yang disebabkan oleh infeksi.

Penyakit keputihan non infeksi

Menurut Dr. Srie Prihianti, SpKK, keputihan akibat infeksi jamur (kandidosis vaginalis), dan gangguan flora normal vagina (bakterial vaginosis) dapat terjadi saat hamil atau sedang menggunakan obat-obatan tertentu, atau efek dari penyakit kencing manis (diabetes melitus). Keputihan ini dapat dialami oleh semua perempuan. Penyakit ini dapat dicegah dengan menjaga menjaga vagina tetap bersih, dengan pH 3,5 - 4,5. Jika lembap, gantilah pakaian dalam sesering mungkin agar tetap kering.

Penyakit keputihan akibat infeksi menular seksual

Keputihan abnormal dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, dan infeksi parasit.

Gonore (kencing nanah)

Wanita seringkali tidak menyadari gejala penyakit gonore. Bila ada keputihan, biasanya berwarna putih, kuning kehijauan dan agak kental. Bila infeksi mengenai saluran kemih, timbul rasa nyeri saat berkemih. Jika infeksi tidak diobati, dapat berakibat komplikasi pada saluran telur atau indung telur.

Infeksi genital non spesifik

Ciri-ciri keputihan mirip dengan kencing nanah, namun lebih ringan. Keputihan lebih cair dan sedikit. Keluhan yang paling umum adalah ditemukan bercak di celana dalam pada pagi hari.

Trikomoniasis

Bila keputihan yang Anda alami banyak, berbau busuk, berwarna kuning kehijauan bahkan kadang berbusa, bisa jadi ini infeksi penyakit yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Biasanya disertai gejala gatal dan perih di area sekitar kulit kelamin. Gejala lainnya dapat berupa rasa sakit saat berhubungan seksual, perdarahan setelah berhubungan seksual dan perdarahan di antara masa haid.

Apabila sudah terkena infeksi, hindari kontak seksual dengan pasangan, hingga infeksi sembuh sempurna. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter spesialis kulit kelamin agar mendapat penanganan yang tepat.

Meski tidak semua keputihan disebabkan oleh infeksi, Anda tetap perlu menjaga area kelamin tetap higienis. Yang terpenting, hindari perilaku seksual yang berisiko tinggi, agar bahaya infeksi menular seksual dapat dicegah.