PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


23 August 2017

Kenali 5 Penyebab Kebotakan Pada Anak

Share:

Pada orang dewasa, kerontokan rambut biasanya terjadi karena faktor hormonal yang dipengaruhi oleh usia. Tentu Anda tak mengharapkan kerontokan rambut terjadi pada anak Anda, terutama saat mereka dalam masa pertumbuhan. Nyatanya, anak-anak pun dapat mengalami kerontokan rambut bahkan kebotakan. Hal ini dapat terjadi karena beberapa penyebab berikut ini.

Tinea capitis

Tinea capitis atau infeksi jamur pada kulit kepala ditandai dengan adanya kebotakan (pitak) kurang lebih sebesar koin pada kulit kepala. Pada bagian tersebut, kulit tampak bersisik dan berwarna putih, seperti kurap. Penyakit ini menular dan biasa diderita oleh anak-anak mulai balita hingga usia sekolah.

Alopecia Areata

Alopecia areata merupakan salah satu penyakit gangguan autoimun dimana sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut dan menyebabkan kerontokan atau kebotakan pada kulit kepala.

Alopecia areata terjadi pada sebagian rambut dan menyebabkan penderitanya pitak. Jika kebotakan terjadi pada seluruh kulit kepala disebut alopecia totalis, dan jika terjadi pada seluruh tubuh disebut alopecia universalis. Meski dapat terjadi pada semua usia, sebagian besar kasus alopecia areata terjadi pada anak-anak dan remaja.

Trikotilomania

Kondisi dimana anak-anak atau remaja memiliki kebiasaan mencabuti rambut sendiri akibat dorongan psikologis yang tak tertahankan. Gangguan ini sering disebut dengan gangguan pengendalian impuls (impulse-control disorder). Trikotilomania paling banyak ditemukan pada remaja perempuan usia 11-13 tahun. Remaja yang mengalami stres atau depresi berisiko lebih besar terkena penyakit ini.

Telogen effluvium

Merupakan kondisi stres pada anak-anak yang mengakibatkan kerontokan rambut. Stres terjadi secara tiba-tiba dan dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti demam tinggi, pembedahan, kesedihan akibat kematian orang terdekat, dan lain sebagainya. Kerontokan rambut pada kasus Telogen effluvium, akar rambut berhenti tumbuh. Dalam kurun waktu 6 hingga 16 minggu, rambut akan rontok dan terjadi kebotakan pada anak. Bila stres sudah berhenti, rambut akan tumbuh kembali 6 bulan kemudian.

Hipotiroidisme

Anak-anak penderita hipotiroidisme berisiko mengalami kerontokan rambut. Kelenjar tiroid yang kurang aktif akan memproduksi hormone tiroid lebih sedikit. Hal ini berdampak pada pertumbuhan dan struktur rambut pada anak.

Jangan sepelekan kerontokan rambut yang terjadi pada anak Anda. Lakukan hal-hal berikut untuk membantu mengatasinya:

  1. Cuci rambut secara rutin dengan sampo yang tepat sesuai usia anak
  2. Pada penyakit tinea capitis, hindari kontak dengan hewan terinfeksi, karena infeksi jamur tinea capitis dapat disebarkan melalui hewan.
  3. Hindari menyisir rambut dalam keadaan basah
  4. Konsumsi makanan kaya akan protein, zat besi dan asam lemak omega-3, yang berfungsi sebagai vitamin rambut
  5. Gunakan obat-obatan dan sampo khusus, sesuai anjuran dokter
  6. Kunjungi dokter spesialis kulit kelamin agar diketahui penyebab pasti kebotakan dan dapat diatasi dengan tepat