PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


24 August 2017

5 Mitos dan Fakta Seputar Infeksi Menular Seksual Yang Perlu Anda Ketahui

5 Mitos dan Fakta Seputar Infeksi Menular Seksual Yang Perlu Anda Ketahui

Share:

Angka kejadian Infeksi Menular Seksual (IMS) telah bergeser ke usia yg lebih muda. Hal ini mungkin terjadi karena info yg salah ttg IMS atau edukasi yang kurang tentang hal ini.

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Dalam bahasa Inggris, istilah IMS dikenal dengan nama Sexually Transmitted Infection (STI). Penularannya bisa melalui sperma, cairan vagina, darah dan cairan lainnya. Bahkan, IMS juga dapat ditularkan melalui jarum suntik, kelahiran dan menyusui.

Seringkali infeksi menular seksual muncul tanpa ada gejala yang dirasakan sebelumnya, sehingga penyakit berkembang tanpa diketahui penderita. Selain penting mengetahui gejala IMS, Anda juga perlu mengetahui mitos-mitos tentang IMS dan faktanya, agar semakin waspada terhadap penyebaran IMS.

Mitos 1: Infeksi menular seksual hanya tertular melalui penetrasi, tidak dengan oral seks maupun anal seks.

Faktanya: Pandangan ini keliru! Selain melalui penetrasi, IMS dapat menular melalui oral maupun anal seks. Risiko tertular IMS tetap ada, terutama bila terdapat luka terbuka yang tak terlihat, dan pasangan Anda mempunyai penyakit tersebut.

Mitos 2: Infeksi menular seksual dapat ditularkan melalui penggunaan toilet umum.

Faktanya: Banyak orang takut menggunakan toilet umum karena kuatir tertular virus, bakteri bahkan penyakit seksual. Menurut Dr. Srie Prihianti, SpKK., virus dan bakteri akan mati di udara terbuka dan panas, sehingga kecil kemungkinannya menjangkit pengguna toilet lainnya. Selain itu, infeksi menular seksual umumnya ditularkan melalui aktivitas seksual, yakni penetrasi atau oral seks. Jadi, Anda tak perlu takut lagi untuk menggunakan toilet!

Mitos 3: Jika melakukan hubungan seksual sesekali, tidak akan tertular IMS.

Faktanya: Tidak ada hubungan antara frekuensi berhubungan seksual dengan risiko tertular penyakit seksual. Meskipun berhubungan seksual sesekali atau tidak rutin, namun jika Anda atau pasangan memiliki infeksi menular seksual, risiko tertular tetap ada.

Mitos 4: Memakai kondom saat melakukan hubungan seksual, tidak akan tertular penyakit seksual.

Faktanya: Ternyata, memakai kondom saat berhubungan seksual tak selalu efektif melindungi terhadap virus atau bakter penyebab IMS. Kondom memiliki tingkat kegagalan sekitar 25%, dan tidak berfungsi untuk menangkal risiko penyebaran IMS.

Mitos 5: Berciuman bisa menularkan virus HIV.

Faktanya: HIV ditularkan melalui sperma, cairan vagina, darah, dan air susu orang yang positif mengidap HIV, dan tak dapat ditularkan melalui ciuman, keringat, air liur maupun air mata. Namun, Anda tetap harus waspada saat berciuman dengan pasangan yang sedang sariawan, sebab HIV dapat tertular melalui luka di mulut.

Agar terhindar dari IMS, lakukanlah hubungan seksual secara aman. Setia kepada pasangan dengan tidak berganti-ganti pasangan seks merupakan upaya paling aman untuk mencegah agar tak tertular IMS. Jika Anda mengalami gejala IMS, jangan sungkan untuk menemui dokter spesialis kulit kelamin. Semakin cepat infeksi menular seksual ditangani, semakin besar kemungkinannya untuk pulih.

Baca juga: Penting! Mengenal Keputihan Normal dan Abnormal Pada Wanita