PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


29 August 2017

Mengenal Herpes Genital

Share:

Herpes genital adalah Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan oleh virus herpes simpleks. Yuk, cari tau lebih banyak tentang infeksi ini.

Apa itu Herpes Genital?

Setiap orang yang aktif secara seksual, berisiko terinfeksi herpes genital. Kebanyakan orang yang terkena infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV) ini, tak merasakan gejala atau tanda-tanda yang spesifik. Gejala awal yang dirasakan menyerupai gejala flu biasa seperti demam, sakit kepala, kelelahan, pegal-pegal. Bila terdapat kelainan berat badan, dapat ditemukan juga pembengkakan kelenjar sekitar selangkangan.

Dalam waktu dua atau tiga minggu setelah terinfeksi, akan muncul lenting atau lepuh yang dengan cepat akan memecah dan menimbulkan luka terbuka dan kulit sekelilingnya merah meradang. Pada tahun pertama, kemunculan infeksi dapat berlangsung lebih sering, apalagi bila faktor pencetus, misalnya stres, tidak dihindari. Namun beberapa waktu kemudian, saat virus tidak aktif, infeksi akan berkurang bahkan hilang. Penyakit dapat kambuh saat virus kembali aktif. Luka pada herpes genital sangat menular jika mengenai pasangan. Virus dapat menular melalui seks vaginal, oral maupun anal.

Penyebab herpes genital

Herpes genital disebabkan oleh virus herpes simpleks yang terdiri dari dua tipe yaitu HSV tipe 1 dan HSV tipe 2. HSV juga dapat menular dan masuk ke dalam tubuh melalui mulut, kulit, dan kelamin. Kebanyakan penderita herpes genital tidak menyadari bahwa dirinya sudah terinfeksi, oleh karena itu penyakit ini mudah menyebar. Orang yang memiliki imunitas rendah, berisiko lebih besar terinfeksi HSV. Penderita herpes genital juga memiliki risiko lebih besar terkena HIV (human immunodeficiency virus) bila berhubungan seksual saat virus aktif.

Pengobatan dan pencegahan herpes genital

Hingga saat ini, tidak ada obat yang dapat menghilangkan virus HSV. Konsumsi obat-obatan ditujukan untuk meringankan gejala infeksi dan penyembuhan luka, namun virus HSV tetap diam di dalam tubuh penderita. Obat-obatan antivirus yang digunakan di antaranya asiklovir, valasiklovir famsiklovir, pensiklovir.

Ada beberapa hal yang penting diperhatikan pada infeksi ini, yaitu:

  1. Bila ada gejala seperti di atas, segera periksakan diri Anda ke dokter spesialis kulit kelamin.
  2. Hindari kontak seksual hingga dinyatakan sembuh secara klinis.
  3. Ketika luka sembuh, gunakan kondom saat berhubungan seksual untuk mengurangi risiko penularan.
  4. Selalu jaga kebersihan dan jangan biarkan lembap.
  5. Kenakan celana dalam yang longgar berbahan katun (adem).
  6. Bila luka terasa sakit, kompres dengan air dingin.
  7. Temukan dan hindari faktor pencetus infeksi, misalnya gesekan berlebihan di bagian infeksi, atau disebut friksi, stres fisik maupun psikis, juga kondisi hormonal tertentu.

Baca juga: Mitos vs Fakta Penyakit Menular Seksual