PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


31 August 2017

Kerak Kepala Bayi, Dibersihkan atau Dibiarkan?

Share:

Di usia awal bayi, terutama ketika ia baru lahir, di kulit kepala terlihat sepetak kulit yang bersisik, berminyak, kadang-kadang tebal. Ada yang berwarna putih, ada pula yang kuning, hingga berwarna kecokelatan. Kondisi yang sering disebut kerak kepala atau dermatitis seboroik infantil ini terjadi karena kelenjar minyak dan folikel rambut memproduksi minyak atau sebum secara berlebihan, bisa juga disebabkan oleh pengaruh hormon ibu yang masuk ke dalam tubuh bayi.

Kerak Kepala Bayi Tidak Perlu Dikhawatirkan

Kondisi kepala bayi berkerak ini normal terjadi, namun hal ini tidak berbahaya. Kerak kepala biasanya akan hilang sendiri dalam beberapa bulan, dan akan hilang secara permanen di antara usia 6 bulan hingga 1 tahun seiring dengan menghilangnya pengaruh hormon ibu. Dermatitis seboroik infantil ini bisa juga muncul tidak hanya di kepala, tapi juga di telinga, hidung, kelopak mata.

Kerak Kepala Bayi Boleh Dibersihkan

Walaupun kerak kepala ini akan hilang dengan sendirinya, ibu juga boleh membersihkannya. Caranya adalah dengan mengoleskan kepala bayi menggunakan minyak sayur seperti minyak zaitun, atau minyak kelapa. Biarkan selama 15 menit (kalau perlu bisa didiamkan semalaman), kemudian dikeramas dan sikat dengan sisir khusus bayi berbulu lembut. Seminggu sekali, gunakan shampo khusus bayi untuk membersihkan sisa-sisa kerak.

Kerak Kepala yang Harus Diwaspadai

Anda harus segera menemui dokter spesialis kulit jika Anda menemukan tanda-tanda seperti di bawah ini:

  • Pada kerak kepala bayi terlihat nanah yang merembes keluar atau keluar darah dari area tersebut.
  • Bayi terlihat tidak nyaman dan selalu menangis karena gatal yang luar biasa.
  • Bila dermatitis seboroik infantil ini tidak hanya timbul di area kepala, tapi juga di seluruh tubuh dan bagian-bagian sensitif lainnya.

Kerak Kepala Bisa Kembali Lagi

Walaupun kepala bayi sudah bersih, bukan tak mungkin kasus dermatitis seboroik ini kembali lagi. Hal ini disebabkan karena kelenjar minyak yang terus memproduksi minyak secara berlebihan. Untuk hal ini, Anda perlu berkonsultasi lebih lanjut pada dokter kulit karena bisa jadi ada kelainan kulit yang perlu segera ditangani.